Pola Asuh

Untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk beristirahat sejenak dan meminta mereka saat tenaganya sudah kembali pulih. Selain itu, mintalah dengan sopan, kondisi lelah pada anak akan membuat segala hal yang membebaninya menjadi sebuah tekanan untuk dirinya. Dengan meminta lewat cara yang sopan akan membuat tekanan dalam diri anak memudar dan membuat mereka lebih mungkin mau melakukan perintah anda. Namun juga tidak berarti dengan memberikan pola didikan keliru yakni dengan mengabulkan semua keinginan anak dan menghujaninya dengan harta benda mewah sebagai wujud kasih sayang anda yang tak terkira.

Kalau Anda tidak mengambil sikap, maka wibawa Anda jadi hilang dan bisa mengancam kelangsungan operasional perusahaan. Sebuah perusahaan sangat membutuhkan orang handal agar perusahaan senantiasa berjalan. Memang mengatur orang cukup sulit, namun sebagai pemimpin Anda harus bisa mengatasinya. Seorang bos harus memahami tempramen setiap karyawan dan observatif terhadap berbagai tingkah bawahannya. Dari hal tersebut, sebagai seorang pemimpin maupun bos, Anda dapat melakukan berbagai pendekatan, diantaranya sebagai berikut.

Hal ini bisa menjadi pertanda bahwa mother and father sudah melakukan emotional abuse dalam kehidupan anak. “Mengajarkan anak agar mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 memang tidak mudah. Terlebih jika anak itu masih berusia balita,” kata penyintas COVID-19, Made Rossalita Mirah Utami, dalam siaran pers di Youtube BNPB, Kamis (8/10). Cara mendidik anak laki-laki dengan salat juga perlu diterapkan untuk anak perempuan. Cara mendidik anak laki-laki yang pertama adalah dengan mengajarkan ilmu tauhid atau ilmu tentang ketuhanan dan akidah .

Karenanya, contoh yang baik dan konsisten dari orangtua merupakan kunci dari terbangunnya disiplin pada anak. Selain itu, anak juga membiasakan dirinya untuk teratur dan disiplin, yang nantinya kebiasaan ini akan ikut terbawa hingga usianya dewasa. Terakhir namun tidak kalah penting yaitu berikan apresiasi dan pujian ketika anak berhasil melakukan sesuatu atau mengikuti apa yang Mama minta dengan baik. Dengan begitu, anak akan merasa lebih termotivasi untuk mengikuti perintah Mama. Mungkin anak-anak yang kurang penurut belum begitu paham dengan apa yang Mama bicarakan atau lakukan sehingga ia tidak mengikutinya.

Hal ini dikarenakan ketika Ayah dan Bunda memeluk si kecil, akan meningkatkan hormon dopamin yang menunjang kecerdasannya. Sehingga pelukan cocok sekali digunakan sebagai cara mengatasi anak nakal. Pada dasarnya aturan dibuat untuk memunculkan rasa disiplin dan ketaatan, sementara sanksi ada untuk mempertegas aturan yang dibuat juga sebagai pembelajaran bagi yang tidak mematuhi aturan. Seorang anak perlu diberikan aturan yang jelas untuk memberikan pengarahan dan menanamkan nilai-nilai serta moral, dan diperlukan sanksi jika ia tidak mengikuti aturan yang sudah dibuat tersebut. Sebagai cara mengatasi anak nakal akibat keinginan memiliki kontrol, cobalah untuk menawarkan si kecil memilih dari dua pilihan.

Cara agar anak patuh

Peran orangtua dalam pendidikan dan perkembangan anak seharusnya ada pada urutan pertama. Pasalnya, orangtua adalah panutan anak dan yang paling tahu mana yang pas dan tidak untuk anaknya. Jangan terlalu menyerahkan semua urusan mengasuh anak pada institusi pendidikan khususnya guru mereka di sekolah. Anak hiperaktif perlu diberikan kasih sayang yang lebih agar dia percaya, merasa aman dan nyaman dengan orang tuanya dan mau mendengarkan kata kata orang tuanya.

Studi yang dilakukan peneliti terhadap ribuan anak di Amerika Serikat menunjukkan, anak yang kerap ditampar orangtuanya memiliki nilai IQ yang lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar. Pastikan tidak menuruti keinginan anak hanya untuk membuatnya berhenti merengek. Walaupun lebih mudah menyerah pada keinginan anak saat ini, Anda hanya akan mengajari anak untuk melanggar aturan.

Anak yang suka membantah atau membentak tidak perlu dihadapi dengan amarah dan teriakan. Salah-salah sikap orangtua yang sama kerasnya justru menyebabkannya anak menjadi lebih agresif. Lalu bagaimana jika anak membantah perintah orangtua atau justru balik membentak? Setelah mampu berkata “tidak” anak pada dasarnya memiliki otonomi diri untuk menentukan kemauannya. Ketiga, Ibu dan Ayah harus melihat kemampuan anak dalam menjalankan instruksi. Bisa jadi anak tidak menurut karena bingung atau tidak paham apa yang harus dilakukan.