Kendala Dan Solusi Belajar Pada Masa Covid

Dilansir dari Tempo.co (12/02/2018) Jaringan Gusdurian mencatat aksi intoleransi dan kekerasan yang berhubungan dengan agama makin meningkat pada tahun 2018. Belum lama ini, Gereja di Bantul dilarang menggelar bakti sosial dengan tudingan Kristenisasi. Pada 28 Januari 2018, kekerasan dialami oleh pemimpin Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH. Umar Basri. Dan pada Kamis, 1 Februari, Komando Brigade PP Persis diserang oleh seorang pria hingga meninggal dunia. Dari banyaknya kasus intoleransi di antara umat beragama di Indonesia ini tentunya mengganggu kenyamanan masyarakat untuk beribadah dan memunculkan kebencian yang dapat memecah belah persatuan Bangsa Indonesia. Dari banyaknya penduduk tersebut tentunya terdapat banyak sekali keberagaman yang dimiliki baik agama, suku, ras, etnis, bahasa, dan budayanya.

Harga paket Learning From Home dari IndiHome sangat terjangkau yakni mulai dari Rp169.000 per bulan khusus untuk para pelajar, baik siswa maupun mahasiswa. Paket belajar online IndiHome ini terdiri dari dua jenis, yakni Dual Play dan Triple Play. Banyak siswa yang bermain-primary ketika belajar online karena merasa tidak diawasi oleh guru secara langsung. Oleh karena itu dibutuhkan koordinasi yang baik antara guru dan wali murid. Kondisi ini menyebabkan tidak meratanya akses pembelajaran daring bagi seluruh pelajar di Indonesia. Keterbatasan akses ke perangkat yang terhubung dengan web ini banyak dialami terutama oleh pelajar yang berasal dari desa dan pedalaman.

“Konsekuensinya, physical distancing dan belajar secara digital tidak benar-benar diterapkan.” Nugrah Henilya mencontohkan saat dia memberikan hasil pindai materi dari buku pelajaran untuk siswa tunarungu melalui pesan instan kepada orang tua siswa, terkadang orang tua lupa menyampaikan tugas tersebut kepada anaknya. Kondisi ini terjadi biasanya karena orang tua sibuk melaksanakan pekerjaan rumah tangga atau orang tua juga bekerja dari rumah. “Ini anak-anak belajar di rumah jadi orang tua yang sibuk. Aku stres banget nih jadi pengawas. Materinya banyak banget,” ujar Mesya, seorang wali murid. Ragam kendala pembelajaran dari rumah akibat corona dirasa murid, orang tua dan guru. Akhirnya tugas seadanya dalam mengerjakan, bahkan ketika tugas soal di googleclassrom, kadang yang mengerjakan orang tua sendiri.

Tidak ada hambatan bekerja bagi pelajar

Pada prinsipnya pembelajaran merupakan suatu proses yang berisi seperangkat aktivitas yang dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan belajar. Jika proses pembelajaran terasa bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik maka peserta didik akan menjalani proses pembelajaran tersebut dengan senang hati. Rencananya, Kemendikbud akan memberikan subsidi kuota web untuk peserta didik dan guru maupun mahasiswa dan dosen selama empat bulan yakni September hingga Desember 2020. Perinciannya, subsidi kuota internet free of charge untuk peserta didik sebesar 35 gigabyte per bulan, untuk guru sebesar 42 GB per bulan, untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan.

Hal tersebut kemungkinan besar disebabkan karena human error, misalnya proses pencarian jenis buku yang dipinjam, denda yang harus dibayar, dll yang tentunya akan menghambat proses yudisium. Nilai mata kuliah yang keluar tidak sesuai dengan yang sebenarnya? Untuk memperbaikinya tentunya harus menunggu sampai KHS keluar, bagaimana dengan perbaikannya?

Pengalaman Renzo sapaan akrab Laurenso Gabriel Amnunuh, perkuliahan di UTHM yang ia ikuti dimulai dari hari Minggu hingga Kamis. Sempat pula ada mata kuliah yang jadwalnya bersamaan dengan kuliah di ITN Malang. “Mereka faham kalau kami tidak bisa mengikuti kuliah through Google Meet dengan UTHM, biasanya nanti kami dikasih materi video,” katanya. “ITN juga mendapat piala Anugerah Kampus Unggul di lingkungan LLDikti Wilayah 7 Jawa Timur. Merupakan prestasi yang diraih dalam bidang tata kelola, penelitian dan pengabdian masyarakat, dan bidang kemahasiswaan,” papar Prof Lomi.